home Cerita Anak Alice in Wonderland: Bab 2 – Kolam Air Mata

Alice in Wonderland: Bab 2 – Kolam Air Mata

“Semakin aneh dan aneh saja!” teriak Alice (ia begitu terkejut hingga sesaat dirinya agak lupa cara berbicara dengan benar). “Sekarang tubuhku meregang bagaikan teleskop terbesar yang pernah ada! Sampai jumpa, kaki! (Alice semakin tumbuh hingga kesulitan melihat kakinya sendiri. Ini adalah efek dari kue.) Oh, kaki kecilku yang malang, siapa nanti yang akan memakaikan sepatu dan kaos kaki padamu? Aku pasti akan sangat mengkhawatirkanmu sayang.”

Saat itu kepalanya juga menabrak atap aula; faktanya tinggi tubuh Alice kini mencapai lebih dari sembilan kaki. Kemudian ia langsung mengambil kunci emas dan bergegas ke lorong taman.

Malangnya Alice! ia hanya bisa berbaring miring, mengintip taman dengan satu mata; bahkan kemungkinan untuk dapat menerobos ke sana semakin mustahil. Lalu ia duduk dan menangis lagi.

Air matanya terus bercucuran (dalam jumlah banyak karena ukuran tubuhnya yang besar), hingga sekelilingnya tergenang air (seperti kolam) dan alirannya menjangkau setengah aula.

i005_th

Tak lama kemudian, Alice mendengar suara langkah kaki disertai percikan air dari kejauhan dan ia segera mengusap-usap air mata untuk melihat siapa yang datang. Ternyata si Kelinci Putih muncul lagi, ia berpakaian sangat rapi, membawa sepasang sarung tangan kecil warna putih dan sebuah kipas. Ia berderap kencang, sambil berkomat-kamit sendiri, “Oh! Duchess1, Duchess! Oh! Akankah dia menjadi kejam jika aku membuatnya menunggu lama!”

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.