home Cerita Anak Alice in Wonderland: Bab 3 – Caucus-race dan Cerita yang Panjang

Alice in Wonderland: Bab 3 – Caucus-race dan Cerita yang Panjang

“Uhhh!” sahut burung Nuri , dengan menggigil.

“—’ dan bahkan Stigand, seorang uskup besar yang patriotik asal Canterbury, menganggap itu layak—”

“Apanya yang dianggap layak?” sela si Bebek.

“Ya ‘itu’ lah ,” Tikus menjawab agak kesal; “Tentu saja, kau sudah tau maksudnya.”

“Aku memang tau arti kata ‘itu’, dipakai untuk penunjuk benda kan?” oceh Bebek; “Misalnya itu kodok, itu cacing. Pertanyaanku adalah, apa yang dianggap layak oleh uskup tadi?”

Tikus mengabaikan pertanyaan Bebek, dan melanjutkan bicaranya, ” ‘— menganggap  layak untuk pergi bersama Edgar Atheling dan bertemu William, kemudian menawarkan mahkota.’— Bagaimana kondisimu sekarang, sayang?” ia bicara sambil menoleh ke arah Alice.

“Basah kuyup seperti tadi,” jawab Alice dengan nada murung; “tampaknya itu sama sekali tidak membuatku kering.”

“Kalau begitu,” burung Dodo buka suara dengan khidmat sambil berdiri, “Aku tetapkan bahwa rapatnya ditangguhkan dulu, untuk langsung menerima usul perbaikan yang lebih dinamis —”

“Gunakan bahasa sederhana!” serobot Bayi Elang.”Aku tidak paham dengan separuh kalimat panjang itu, dan ditambah lagi, aku sendiri tak yakin kalau kau memahaminya!”

“Yang tadi mau aku sampaikan,” papar burung Dodo dengan nada tersinggung, “cara terbaik agar tubuh kita kering yaitu caucus-race2.”

“Apa itu caucus-race?” tanya Alice.

i009_th

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.