home Cerita Anak Alice in Wonderland: Bab 3 – Caucus-race dan Cerita yang Panjang

Alice in Wonderland: Bab 3 – Caucus-race dan Cerita yang Panjang

“Oh, cara termudah untuk menjelaskannya adalah dengan kita praktekkan langsung.” jawab burung Dodo. Pertama-tama ia membuat garis tepi sebagai pembatas, semacam lingkaran, kemudian mereka semua berjajar menempatkan diri di garis pembatas tersebut. Saat itu tidak ada aba-aba  seperti “Satu, dua, tiga dan mulai!”, mereka hanya berlari kesana-kemari sesuka hati dan berhenti juga semaunya, sehingga cukup sulit untuk menentukan permainannya berakhir atau belum. Namun, ketika mereka sudah berlarian sekitar 1 jam setengah dan tubuh mereka cukup kering, burung Dodo tiba-tiba berseru, “Balapan selesai!” kemudian semuanya berhenti dan mengerumuninya, sambil terengah dan bertanya-tanya, “Tapi siapa yang menang?”

Burung Dodo tidak bisa menjawab persoalan ini tanpa berpikir jernih. Akhirnya ia hanya berkata, “Semuanya menang, dan berhak mendapatkan hadiah.”

“Tapi siapa yang akan memberi hadiah?” mereka semua bertanya serempak.

“Oh, tentu saja, dia,” sahut burung Dodo, sambil menunjuk ke  arah Alice; mereka langsung berkerumun di dekat gadis itu lalu berteriak dengan nada agak bingung, “Hadiah! Hadiah! Hadiah!”

Alice tidak tahu harus berbuat apa, dengan putus asa ia merogoh saku dan mengeluarkan sekotak comfit3  (syukurlah tidak ada air asin yang masuk ke kotak itu) kemudian ia membagikan pada mereka sebagai hadiah. Pastinya  dengan jatah satu-satu agar merata.

Acara berikutnya adalah makan comfit bersama; hal ini cukup membuat gaduh dan kebingungan, pasalnya burung-burung yang bertubuh besar mengeluh tidak berasa makan apapun sedangkan hewan-hewan yang kecil malah tersedak dan harus diurut punggungnya.  Namun, pada akhirnya mereka semua selesai makan dan duduk kembali membentuk lingkaran. Mereka meminta Tikus untuk bercerita lagi.

“Kau tadi sudah berjanji mau menceritakan sejarahmu, lho,” kata Alice, “juga alasanmu benci pada — K dan A (inisial untuk kucing dan anjing),” ia menambahkan dengan berbisik, karena khawatir kalau-kalau membuat perasaannya terluka lagi.

Kisahku ini panjang dan menyedihkan!” jawab Tikus, sambil berputar membelakangi Alice dan berdesah.

Alice salah paham mengira kalau Tikus menunjukkan ekornya (sebab pengucapan bahasa Inggris antara tale ‘kisah’  dan tail ‘ekor’ serupa), jadi ia melihat ke arah ekor tikus seraya berkata, “Ini memang ekor yang panjang, tapi apanya yang menyedihkan?” Ia masih bertanya-tanya dalam hati saat Tikus mulai bicara lagi, ia pun akhirnya tidak konsentrasi dan awur-awuran menangkap cerita Tikus seperti ini:—

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.