home Cerita Anak Alice in Wonderland: Bab 6 Babi dan Merica

Alice in Wonderland: Bab 6 Babi dan Merica

Alice kemudian membuka pintu dan masuk ke rumah. Pintu itu langsung mengarah ke dapur besar, yang tiap sudutnya dipenuhi asap; sementara Duchess terlihat duduk pada kursi bundar (berkaki tiga) di tengah ruangan, ia sedang menimang bayi; seorang koki membungkuk di dekat perapian, mengaduk dandang besar yang dipenuhi sup.

“Sup itu pasti kebanyakan merica!” Alice bicara sendiri, hidungnya gatal terasa mau bersin. Bahkan Duchess kadang-kadang juga bersin; sementara bayinya malah terus-terusan bersin serta meraung. Dua sosok yang tidak bersin di dapur tersebut adalah si koki dan kucing besar yang merenges lebar-lebar.

“Bisakah kau jelaskan, mengapa senyum kucingmu lebar seperti itu?” Alice buka suara agak segan.

“Karena dia adalah Kucing Cheshire(nama sebuah daerah di Inggris),” jawab Duchess.

“Aku tidak tahu Kucing Cheshire selalu merenges; bahkan sebenarnya aku tidak tahu jika kucing bisa merenges,” lanjut Alice.

“Faktanya pengetahuanmu itu ternyata kurang,” tanggap Duchess.

Tak lama kemudian si koki mengangkat dandang sup dari perapian, dan entah mengapa langsung melempar-lempar barang  ke arah Duchess dan bayinya— fire-irons(peralatan besi untuk membersihkan perapian) meluncur pertama; disusul timpukan panci, piring dan peralatan makan. Duchess sama sekali tidak menghiraukannya bahkan saat ia terkena timpuk, dan  karena bayinya sejak awal sudah meraung maka sulit untuk memastikan apakah ia kesakitan (karena terkena pukulan benda) atau tidak.

“Oh, tolong jaga sikapmu!” teriak Alice, sambil melompat-lompat gugup disertai ngeri.

“Ini! Jika tidak keberatan, kau boleh menimangnya sebentar!” kata Duchess, seraya menyerahkan bayi pada Alice. “Aku harus pergi dan siap-siap untuk bermain kriket dengan Ratu,” kemudian ia bergegas meninggalkan dapur.

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.