home Cerita Anak Alice in Wonderland: Bab 8 – Arena Kriket Sang Ratu

Alice in Wonderland: Bab 8 – Arena Kriket Sang Ratu

Ada tanaman mawar besar yang tumbuh di dekat pintu masuk taman itu; bunga-bunganya berwarna putih, tapi terlihat ada tiga tukang kebun yang sibuk mengecatnya menjadi merah. Tak lama kemudian mereka menyadari keberadaan Alice, saat ia berdiri mengamati mereka bekerja. “Bisakah kalian jelaskan, mengapa mawar-mawar ini dicat?” Tanya Alice dengan takut-takut.

Five (kartu remi angka 5) dan Seven (kartu remi angka 7) tak bicara apa-apa dan hanya menoleh pada Two (kartu remi angka 2). Kemudian Two buka suara lirih, “oh, sebenarnya di sini ada aturan ‘semua yang ditanam harus bunga mawar merah’, tapi kami keliru menanam satu bunga mawar warna putih, dan jika sang Ratu sampai mengetahuinya, kepala kami akan langsung dipenggal. Seperti yang kau lihat, nona. Kami sedang berusaha mengecatnya, sebelum dia datang ke—” saat itu, Five (yang matanya terus mengawasi sekitar taman), berteriak tiba-tiba, “Sang Ratu! Sang Ratu!” setelah itu mereka bertiga langsung tengkurap dengan wajah menempel di tanah. Terdengar suara ramainya langkah kaki dan Alice menoleh sana-sini, penasaran ingin melihat sang Ratu.

Di barisan depan ada sepuluh prajurit yang membawa tongkat (mereka seperti club/ kartu keriting dalam remi), posisi tangan dan kaki mereka berada di bagian sudut (sebab mereka berbentuk lembaran segi 4). Di belakangnya ada sepuluh anggota istana; mereka penuh dengan hiasan permata (mewakili diamond/ kartu wajik dalam remi). Setelah itu ada anak-anak bangsawan (yang berjumlah sepuluh juga); masing-masing membawa hiasan bentuk hati (mewakili kartu hati dalam remi). Berikutnya rombongan tamu, yang kebanyakan adalah para Raja dan Ratu, dan diantara mereka Alice melihat si Kelinci Putih. Lalu ada lagi Ksatria (kartu jack dalam remi), yang membawa mahkota raja beralaskan bantal beludru warna merah padam; dan barisan paling belakang dari iring-iringan tersebut adalah RAJA DAN RATU ISTANA  HATI.

Ketika iring-iringan sampai di depan Alice, mereka semua berhenti dan menatap ke arahnya, sang Ratu kemudian berseru dengan lantang, “Siapa ini?” Ia bertanya pada Ksatria, yang hanya merespon dengan muka tertunduk sambil tersenyum.

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.