home Cerita Anak Alice in Wonderland: Bab 8 – Arena Kriket Sang Ratu

Alice in Wonderland: Bab 8 – Arena Kriket Sang Ratu

“Namaku Alice, senang bertemu Yang Mulia,” ujar Alice dengan nada sopan; tapi dalam hati ia menambahkan, “Oh, padahal mereka hanyalah satu set kartu remi!”

“Apa kau bisa bermain kriket?” tanya sang Ratu, langsung ia tujukan pada Alice.

“Bisa!” Alice menjawab dengan tegas.

“Kalau begitu, ikutlah dengan kami!!” ajak Ratu.

“Hari ini—cuacanya cerah sekali!” ada suara lirih menyapa Alice. Ternyata itu adalah Kelinci putih yang berjalan di dekatnya dan dengan cemas memandangi wajah gadis itu.

“Ya, sangat cerah,” kata Alice. “Ngomong-ngomong dimana Duchess?”

“Hush! Hush!” Kelinci bicara agak berbisik, “Dia sekarang masuk dalam daftar  eksekusi.”

“Alasannya apa?” Alice penasaran.

“Dia telah meninju kupingnya Ratu—” Kelinci mulai bercerita.

“Bersiaplah di posisi kalian masing-masing!” teriak Ratu dengan suara menggelegar, dan semua orang langsung berlari memencar, bahkan jumpalitan di sana sini. Namun, dalam waktu singkat mereka sudah siap dan permainan dimulai.

Alice merasa bahwa seumur hidup belum pernah melihat arena kriket seaneh ini; lapangannya penuh dengan gundukan dan lipatan (seperti lahan sawah yang baru dibajak). Bola yang digunakan adalah landak yang masih hidup, pemukulnya burung bangau (yang masih hidup juga), dan para prajurit harus mengatur posisi masing-masing untuk membentuk palang.

Seluruh pemain langsung ikut andil tanpa adanya giliran, mereka bertengkar sepanjang waktu dan memperebutkan burung bangau untuk memukul landak; dan dalam waktu singkat sang Ratu menjadi geram, hampir tiap menit ia berteriak-teriak sambil berkeliling, “Penggal kepala orang ini!” atau “Penggal kepala orang itu!.”

“Di sini mereka gemar sekali memenggal kepala orang,” pikir Alice; “dan anehnya orang yang hidup juga masih banyak!”

Alice sempat menengok kesana-kemari, mencari celah supaya bisa melarikan diri, tiba-tiba ia melihat ada sosok aneh yang melayang-layang. “Ini kucing Cheshire,” ia bicara sendiri; “berarti ada yang bisa kuajak ngobrol sekarang.”

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.