home Cerita Anak Alice in Wonderland: Bab 8 – Arena Kriket Sang Ratu

Alice in Wonderland: Bab 8 – Arena Kriket Sang Ratu

“Bagaimana keadaanmu?” sapa Kucing.

“Aku hanya merasa kalau permainan mereka sama sekali tidak adil,” ungkap Alice, dengan nada agak protes; “Semuanya bertengkar habis-habisan, tidak mau mendengar orang lain bicara— dan kelihatannya mereka tak punya aturan yang spesifik.”

“Bagaimana, apa kau menyukai Ratu?” Tanya Kucing dengan suara lirih.

“Sama sekali tidak,” ujar Alice.

i018_th

Alice kemudian berpikir untuk kembali ke lapangan dan melihat jalannya pertandingan. Jadi ia memutuskan untuk mencari landak dulu. Ternyata para landak malah saling berkelahi, dan terlintas di benak bahwa ini adalah kesempatan bagus untuk memukul; namun sayang, burung bangau miliknya  sudah terbang ke sisi taman dan terlihat sedang kesulitan berusaha naik ke pohon. Alice pun langsung berlari menangkapnya. Lalu memondongnya erat-erat supaya tidak kabur lagi.

Saat itu tiba-tiba ia melihat Duchess (yang sudah terbebas dari eksekusi) dan berlari mendatanginya. Wanita itu malah menggandeng lengan Alice dengan akrab dan mereka pergi bersama. Alice sangat gembira melihat Duchess bersikap lembut. Bahkan sempat agak terkejut ketika mendengar ia berbisik di telinganya. “Kau sedang melamun, sayang, hingga lupa untuk bicara.”

“Aku rasa pertandingannya sekarang sudah berlangsung agak lumayan,” ujar Alice, yang berniat mengimbangi percakapan.

“‘Memang demikian,” jawab Duchess; “dan pelajaran yang bisa dipetik adalah—’Oh, ‘cinta, ‘hanya cintalah yang bisa membuat kehidupan berjalan indah!'”

“Orang bilang,” bisik Alice, “bahwa kita memang tidak boleh suka mencampuri urusan orang lain!”

“Ah, ya! Maknanya hampir sama,” kata Duchess, meletakkan dagunya (yang lancip) di pundak Alice, sambil menambahkan “dan pelajaran yang bisa dipetik adalah—’Jika kau paham dengan yang mau kau sampaikan, maka akan mudah untuk mengungkapkannya.'”

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.