home Cerita Anak Alice in Wonderland: Bab 8 – Arena Kriket Sang Ratu

Alice in Wonderland: Bab 8 – Arena Kriket Sang Ratu

Namun secara mendadak lengan Duchess (yang menggandengnya) mulai gemetar dan itu membuat Alice kaget. Saat gadis itu mendongak ternyata sang Ratu sudah berdiri di depan mereka, bersedekap tangan sambil mengernyitkan dahi (ia menggeram laksana petir di hujan badai)!

“Sekarang, dengan jelas kuperingatkan kau,” teriak Ratu sambil mengehentakkan kaki di tanah, “Kau pergi sekarang atau kupenggal kepalamu. Sudah tak ada waktu lagi. Tentukan pilihanmu!” Duchess langsung memilih untuk enyah dari situ.

“Ayo kita lanjutkan pertandingannya,” ajak sang Ratu; Alice terlalu takut untuk bicara sepatah kata pun dan hanya pelan-pelan mengikutinya kembali menuju arena kriket.

Sepanjang pertandingan, sang Ratu tak henti-hentinya berselisih dengan pemain lain sambil berteriak, “penggal kepala orang ini!” atau “penggal kepala orang itu!” Di akhir setengah jam pertandingan, seluruh pemain kriket kecuali Raja, Ratu dan Alice, langsung dikawal oleh para prajurit dan masuk dalam daftar eksekusi.

Sang Ratu akhirnya berhenti bermain dengan nafas terengah-engah, dan berjalan bersama Alice.

Alice mendengar Raja dengan suara lirihnya mencoba memberi keringanan pada para pemain kriket, “Kalian semua diampuni.”

Beberapa waktu kemudian dari kejauhan terdengar teriakan “Pemeriksaan dimulai!”, Alice langsung ikut berkumpul dengan yang lainnya.

Diterjemahkan oleh Mei Rosidah © 2015 (Dilarang menyalin dan mempublikasikan ulang terjemahan ini tanpa izin).

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.