home Cerita Anak Alice in Wonderland: Bab 9 – Siapa yang Mencuri Kue Tart?

Alice in Wonderland: Bab 9 – Siapa yang Mencuri Kue Tart?

Kata-kata tersebut sama sekali tidak berpengaruh pada Hatter; ia tetap saja berdiri dengan satu kaki diangkat bergantian (kadang berdiri dengan kaki kanan, dan kadang kaki kiri), sambil memandang Ratu dengan gelisah, bahkan saking bingungnya ia keliru menggigit cangkir teh, bukannya sepotong roti.

Saat itu juga Alice merasakan keanehan di tubuhnya—ternyata ia semakin membesar lagi (efek jamur mendadak bereaksi).

Tak lama kemudian Hatter yang malang menjatuhkan cangkir teh dan roti yang ia bawa, lalu berlutut dengan satu kaki. “Aku adalah orang sengsara, Yang Mulia,” keluhnya.

“Kau adalah saksi yang buruk,” tanggap Raja. Kemudian menambahkan “Kau boleh pergi,” dan Hatter langsung bergegas meninggalkan persidangan.

“Panggil saksi berikutnya!” tegas sang Raja.

Saksi berikutnya adalah Koki (yang bekerja di rumah Duchess). Ia membawa sekotak merica dan orang-orang di dekat pintu langsung bersin-bersin.

“Berikan kesaksianmu,” desak Raja.

“Aku tidak mau,” jawab Koki.

Dengan cemas Raja menoleh pada Kelinci Putih, yang buka suara dengan lirih, “Yang Mulia, Anda harus memeriksa saksi ini.”

“Yah, jika memang harus, aku akan melakukannya,” ucap Raja. “Apa bahan untuk membuat kue tar?”

“Sebagian besar, Merica” jawab Koki.

Semua yang ada di persidangan sontak kebingungan selama beberapa waktu dan ketika mereka mulai sadar, ternyata si Koki sudah pergi.

“Tidak apa-apa!” ujar sang Raja, “Panggil saksi berikutnya lagi.”

Alice menatap si Kelinci putih yang mengamat-amati daftar saksi. Betapa terkejutnya ia saat Kelinci tersebut menyebut namanya dengan nyaring, “Alice!”

Diterjemahkan oleh Mei Rosidah © 2015 (Dilarang menyalin dan mempublikasikan ulang terjemahan ini tanpa izin).

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.