home Cerita Anak Cerita Dongeng Hans Christian Andersen: Perbuatan Orang itu Selalu Benar

Cerita Dongeng Hans Christian Andersen: Perbuatan Orang itu Selalu Benar

Dengan demikian mereka bertukar unggas, penjaga tol di palang pintu menyimpan angsanya dan petani tua pergi dengan membawa ayam. Kini ia telah melakukan banyak transaksi dalam perjalanannya menuju pekan raya, dan merasa kepanasan serta lelah. Ia ingin makan sesuatu dan minum segelas bir untuk menyegarkan tenggorokannya; lalu ia memutuskan untuk mampir ke warung. Baru saja mau masuk ia berpapasan dengan seorang pengurus kuda di pintu. Pengurus kuda itu membawa sebuah karung. “Apa isi karungmu?” tanya petani tua.

“Ini apel busuk,” sahut pengurus kuda; “Utuh satu karung penuh. Dan akan kugunakan untuk memberi makan babi.”

“Aduh, kau boros sekali,” ujar petani tua; “Aku akan senang jika bisa membawanya pulang untuk istriku. Tahun lalu pohon apel tua di dekat rerumputan hanya berbuah satu apel dan kami menjaga apel itu di lemari hingga agak layu dan busuk. Kata istriku apel busuk itu juga tergolong harta benda; dan kini dia akan melihat harta benda dalam jumlah besar, yaitu sekarung penuh apel busuk; aku bahagia jika bisa menunjukkan padanya.”

“Apa yang akan kau berikan sebagai ganti?” tanya pengurus kuda.

“Apa yang kuberikan? Nah, aku akan memberikan ayam padamu sebagai pertukaran.”

Kemudian ia menyerahkan ayam dan menerima apel-apel itu lalu membawanya masuk ke warung. Ia lantas menyandarkan karung apel di dekat tungku dan berjalan menuju tempat duduk. Tetapi tungkunya sedang panas dan ia tidak berpikir jauh kesana. Di warung itu banyak sekali tamu, ada para penjual kuda, penggembala ternak, dan dua pria Inggris. Dua pria Inggris tersebut adalah orang kaya, sakunya sangat tebal seolah-olah akan meledak; dan mereka suka taruhan, seperti yang akan kalian lihat. “Hiss-s-s, hiss-s-s.” (apel-apel berdesis) Kira-kira apa isi karung itu? Apel-apel di karung mulai terpanggang. “Apa yang di karung itu?” tanya salah seorang pria Inggris.

“Oh, ceritanya panjang—” jawab petani tua. Kemudian petani tua menceritakan pada pria Inggris tentang kuda yang telah ia tukarkan dengan sapi hingga pada akhirnya ia mendapat apel.

“Ah, istrimu pasti akan marah-marah ketika nanti kau sampai di rumah,” kata salah satu pria Inggris. “Tidakkah akan terjadi keributan?”

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.