home Cerita Pendek Cerpen Anton Chekhov: Kunjungan Seorang Dokter (A Doctor’s Visit)

Cerpen Anton Chekhov: Kunjungan Seorang Dokter (A Doctor’s Visit)

Sang Profesor menerima sebuah telegram dari pabrik milik Lyalikovs; ia diminta untuk datang secepat mungkin. Putri dari seorang Nyonya Lyalikov, yang merupakan pemilik pabrik tersebut, sedang sakit, dan itulah sebabnya seseorang bisa membuat sebuah telegram yang panjang sekaligus membingungkan. Namun sang Profesor tidak bisa pergi, maka ia mengirimkan asistennya, Korolyov.

Jaraknya sekitar dua stasiun dari Moskow, dan tiga mil dari stasiun. Sebuah kereta dengan tiga kuda telah dikirim ke stasiun untuk menemui Korolyov; sang kusir memakai topi dengan sehelai bulu merak diatasnya., dan menjawab setiap pertanyaan dengan suara yang keras seperti tentara: “Tidak, pak!” “Pasti, pak!”

Saat itu sabtu sore; matahari sedang terbenam, para buruh datang berbondongbondong dari pabrik menuju stasiun, dan mereka membungkuk ke arah kereta yang dikendarai Korolyov. Ia terpesona oleh malam, rumah-rumah pertanian, vila-vila di jalan, pepohonan, dan suasana yang tenang disekeliling, ketika ladang, hutan dan matahari tampak bersiap-siap, layaknya para buruh saat ini yang sedang menyambut datangnya hari libur, untuk beristirahat dan mungkin untuk beribadah…

Ia lahir dan besar di Moskow; ia tidak tahu desa, dan tak pernah tertarik dengan pabrik, atau bergabung di dalamnya, namun ia pernah membacanya. Dan pernah berada di dalam rumah para pengusaha pabrik serta berbincang dengan mereka; dan kapanpun ia melihat sebuah pabrik baik jauh maupun dekat, ia selalu berpikir tentang betapa tenang dan damai tampilan luarnya, namun di dalamnya selalu ada ketidaktahuan yang tidak dapat dimasuki, keegoisan yang menjemukan dipihak para pemilik, kerja keras yang tidak sehat dipihak para buruh, pertengkaran, orang kasar, minuman keras. Dan sekarang ketika para buruh dengan takut-takut dan hormat melewati kereta, di wajah mereka, topi mereka, jalan mereka, ia membaca sikap munafik, kemabukan, lelah secara mental, kebingungan.

Mereka berkendara menuju gerbang pabrik. Di setiap sisi ia menangkap sekilas rumah kecil kaum pekerja, wajah-wajah wanita, selimut-selimut dan kain di pagar. “Awas!” teriak sang kusir, tidak menarik kuda-kuda. Halaman tanpa rumput yang begitu luas, dengan lima tembok bangunan yang amat besar dengan sebuah cerobong asap yang panjang disertai sedikit jarak antara yang satu dengan yang lainnya, gudang-gudang dan asrama-asrama, dan diatas semuanya terdapat semacam serbuk berwarna abu-abu seakan dari debu. Disana-sini, seperti oasis di padang pasir, ada taman-taman yang menyedihkan, dan atap-atap hijau dan merah dari rumah-rumah dimana para manager dan pegawai tinggal. Sang kusir tiba-tiba menarik kuda-kuda, dan kereta pun berhenti di depan rumah, yang telah baru saja dicat dengan warna abu-abu; disini ada taman bunga, dengan pohon semak-semak ditutupi debu, dan di tangga kuning di depan pintu ada bau cat yang menyengat.

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.