home Cerita Pendek Cerpen Anton Chekhov: Kunjungan Seorang Dokter (A Doctor’s Visit)

Cerpen Anton Chekhov: Kunjungan Seorang Dokter (A Doctor’s Visit)

“Silahkan masuk, dokter,” sambut suara-suara wanita di jalan lintasan dan jalan masuk, dan di saat yang sama ia mendengar desahan dan bisikan. “Mohon masuk ke dalam… kami telah mengharapkanmu sekian lama… kami benar-benar berada dalam masalah. Mari, disebelah sini.”

Nyonya Lyalikov – seorang wanita tua gemuk yang menggunakan gaun sutra hitam berlengan baju model terkini, tapi, dilihat dari wajahnya, wanita sederhana yang kurang berpendidikan – melihat ke arah sang dokter dengan gugup, dan tidak mampu menyalam sang dokter, ia tidak punya keberanian. Di sampingnya berdiri seorang tokoh berambut pendek dan berkacamata model lama; ia menggunakan baju berwarna-warni, dan sangat kurus serta tidak lagi muda. Para pelayan memanggilnya Christina Dmitryevna, dan Korolyov menebak bahwa ia adalah guru privat di rumah ini. Mungkin, sebagai orang yang paling berpendidikan di rumah ini, ia dibayar untuk menemui dan menerima sang dokter, karena ia memulai dengan cepat, dengan sangat tergesa-gesa, menyatakan penyebab penyakit tersebut, memberikan penjelasan rinci yang tak penting dan  membosankan, tanpa mengatakan siapa yang sedang sakit atau apa yang sedang terjadi.

Sang dokter dan si guru privat sedang duduk sambil berbicara ketika Nyonya pemilik rumah berdiri tak bergerak di depan pintu, menunggu. Dari pembicaraan Korolyov mempelajari bahwa si pasien adalah satu-satunya putri dan ahli waris dari Madame Lyalikov, seorang gadis berusia dua puluh, dipanggil Liza; ia telah lama sakit, dan telah berkonsultasi dengan bermacam dokter, dan malam sebelumnya ia telah menderita sampai pagi dari semacam serangan jantung, bahwa tak seorang pun di rumah tidur semalam, dan mereka takut bahwa ia mungkin akan mati.

“Ia telah, orang bilang, sakit sejak kecil,” kata Christina Dmitryevna dalam suara bernada aneh, menyeka bibirnya dengan tangannya secara terus menerus. “Para dokter mengatakan itu adalah mengenai saraf; ketika ia masih kecil ia memiliki semacam penyakit kelenjar, dan dokter menyarankannya ke rumah sakit, jadi saya pikir itulah kemungkinan penyebabnya.”

Mereka pun pergi melihat yang sakit. Dewasa, besar dan tinggi, tapi jelek seperti ibunya, dengan mata kecil yang sama dan lebar yang tidak seimbang pada bagian wajah paling bawah, berbaring dengan rambutnya yang berantakan, menutupi dagu, kesan pertama yang ditimbulkannya pada Korolyov adalah kasihan, melarat, perlindungan dan perawatan tanpa kasih sayang, dan ia bahkan hampir tak percaya bahwa inilah ahli waris dari lima gedung besar.

“Saya adalah seorang dokter yang datang untuk melihatmu,” kata Korolyov. “Selamat malam.”

Ia menyebutkan namanya dan menekankan tangannya, tangan yang besar, dingin, jelek; ia duduk, dan, rupanya telah terbiasa menghadapi para dokter, membiarkan dirinya diperiksa, tanpa menunjukkan kegelisahan bahwa bahu dan dadanya tidak ditutup.

“Aku punya gangguan jantung yang terkadang berdebar begitu cepat,” katanya, “Rasanya sakit sekali setiap malam… Aku hampir mati ketakutan! Tolong lakukanlah sesuatu.”

“Aku akan menolongmu; Jangan khawatir.”

Korolyov memeriksa gadis itu dan mengangkat bahunya sendiri.

“Kondisi jantungmu baik,” katanya; “semuanya berfungsi dengan baik; semuanya normal. Syarafmu pasti bekerja secara berlebihan, tapi itu hal yang biasa. Sepertinya serangannya telah berakhir sekarang ini; berbaring dan tidurlah.”

Saat itu sebuah lampu dibawa ke kamar tidur. Sang pasien mengucek matanya karena lampu, kemudian tiba-tiba meletakkan kembali tangannya dan kembali terisak. Dan kesan miskin, makhluk jelek lenyap, dan Korolyov tidak lagi melihat mata kecil atau perkembangan berat pada bagian bawah wajahnya. Dia melihat kelembutan, ekspresi sengsara yang cerdas dan menyentuh: bagi Korolyov, gadis itu tampak anggun, feminim, sekaligus sederhana; dan ia ingin menenangkannya, bukan dengan obat-obatan, bukan dengan nasihat, tetapi dengan kata-kata manis yang sederhana. Ibunya meraih kepalanya dan memeluknya.

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.