home Cerita Pendek Cerpen Anton Chekhov: Kunjungan Seorang Dokter (A Doctor’s Visit)

Cerpen Anton Chekhov: Kunjungan Seorang Dokter (A Doctor’s Visit)

Ia mendengar sebuah bisikan di pintu masuk; seseorang sedang mendengkur perlahan. Dan tiba-tiba dari luar datang, bunyi yang keras, suara logam, seperti yang Korolyov belum pernah dengar sebelumnya, dan yang ia tidak mengerti sekarang; mereka membangunkan gema-gema aneh tidak menyenangkan di dalam jiwanya.

“Saya percaya tidak ada yang akan mendorong saya untuk tetap tinggal di sini! …” pikirnya, dan kembali ke buku-buku musik lagi.

“Dokter, silakan datang untuk makan malam!” pengasuh memanggilnya dengan suara rendah.

Dia ikut makan malam. Meja itu besar dan diletakkan dengan sejumlah besar hidangan dan anggur, tapi hanya ada dua yang makan malam: dirinya dan Christina Dmitryevna. Dia minum Madeira, makan dengan cepat, dan berbicara, memandangnya melalui kacamata model lamanya:

“Para buruh kami sangat bahagia. Kami memiliki pertunjukan di pabrik setiap musim dingin; Para buruh berakting sendiri. Mereka mendapat pelajaran dengan sebuah proyektor, ruangan teh yang indah, dan apapun yang mereka inginkan. Mereka sangat melekat kepada kami, dan ketika mereka mendengar bahwa keadaan Lizanka semakin memburuk mereka memiliki sebuah lagu untuknya. Meskipun mereka tidak memiliki pendidikan, mereka memiliki perasaan juga.”

“Kelihatannya seperti tidak ada sosok pria di rumah ini sama sekali,” kata Korolyov.

“Tidak satu pun. Pyotr Nikanoritch meninggal satu setengah tahun yang lalu, dan meninggalkan kami sendirian. Dan jadi ada kami bertiga. Pada musim panas kami tinggal di sini, dan di musim dingin kami tinggal di Moskow, di Polianka. Saya telah tinggal dengan mereka selama sebelas tahun – sebagai salah satu keluarga.”

Pada makan malam mereka menyediakan sterlet, rissoles ayam, dan buah direbus; anggurnya merupakan anggur Perancis yang mahal.

“Tolong jangan terlalu memperhatikan sopan santun, dokter,” kata Christina Dmitryevna, makan dan menyeka mulutnya dengan kepalan tangannya, dan tampak jelas bahwa ia menemukan hidupnya di sini sangat menyenangkan. “Tolong tambah lagi.”

Setelah makan malam dokter diantarkan ke kamarnya, di mana tempat tidur telah dibuat untuknya, tapi dia tidak merasa mengantuk. Ruangan itu pengap dan bau cat; ia mengenakan mantelnya dan pergi.

Saat itu dingin di udara terbuka; sudah ada secercah cahaya fajar, dan kelima gedung, dengan cerobong-cerobong asapnya yang tinggi, asrama-asrama, dan gudang-gudang, sangat berlawanan dengan udara berpolusi. Karena hari ini adalah hari libur, mereka tidak bekerja, dan jendela tampak gelap, dan hanya di salah satu gedung terdapat pembakaran tungku; dua jendela yang merah, dan api bercampur dengan asap datang dari waktu ke waktu dari cerobong asap. Jauh di luar halaman ada katak-katak yang berbunyi parau dan burung bulbul yang bernyanyi.

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.