home Novel Fantasi FRANKENSTEIN KARYA MARY SHELLEY: BAB 1

FRANKENSTEIN KARYA MARY SHELLEY: BAB 1

Aku terlahir sebagai orang Jenewa dan keluargaku merupakan salah satu keluarga terpandang di republik ini. Selama bertahun-tahun, nenek moyangku dikenal sebagai penasihat negara dan pemilik berbagai perusahaan; dan ayahku telah menempati berbagai posisi terhormat dan srategis di negara ini. Semua orang yang mengenalnya menaruh rasa hormat atas integritas dan perhatiannya yang tak kenal lelah terhadap masalah negara. Dia melewati masa mudanya dengan menjalankan urusan negara tanpa henti, yang membuatnya terlambat menapaki jenjang pernikahan, hingga suatu saat yang sedih dalam hidupnya menakdirkannya untuk menjadi seorang suami sekaligus seorang ayah bagi keluarga kecilnya.

Jika melihat bagaimana kehidupan pernikahan ayahku dilihat dari sudut pandang karakternya, aku tidak dapat menemukan benang merahnya. Ayahku memiliki sahabat kental seorang pedagang yang dulunya berasal dari negeri yang makmur. Sahabatnya terpuruk dalam kemiskinan karena berbagai ketidakberuntungan yang mendera hidupnya. Pria yang bernama Beaufort ini adalah sosok yang angkuh,keras kepala, dan tidak tahan hidup dalam kemiskinan di tempat yang sama, dimana dahulu, dia terkenal akan reputasi dan kejayaannya. Setelah membayar seluruh utangnya, dengan kepala tegak dia meninggalkan kota tersebut dan pindah ke kota Lucerne. Di kota ini, dia dan putrinya hidup tanpa dikenal dan menderita. Ayahku sangat tulus mencintai sahabatnya dan meratapi kepergian Beaufort bersama kesengsaraan yang mendera hidupnya. Ayahku sangat menyayangkan keangkuhan sahabatnya yang menolak kredit dan bantuan darinya untuk memulai hidup baru, meskipun dia telah berusaha keras untuk membujuknya.

Beaufort berhasil menyembunyikan keberadaannya selama sepuluh bulan sebelum ayahku berhasil menemukan rumahnya. Dengan penuh kegembiraan, ayahku bergegas menuju rumah sahabatnya, yang terletak di sebuah jalan di dekat Reuss. Namun saat ayahku memasuki pintu rumah tersebut, hanya atmosfer kesengsaraan dan keputusasaan yang menyambutnya. Beaufort hanya memiliki sedikit sekali uang yang tersisa dari kebangkrutannya. Uang itu hanya mampu mencukupi kebutuhan hidupnya untuk beberapa bulan kedepan. Dia sangat berharap dapat memperoleh pekerjaan yang terhormat di sebuah usaha dagang. Namun yang dilakukannya hanyalah berharap,tanpa melakukan apapun untuk mencapainya. Derita yang ia alami pun semakin mendalam akibat lamunan dan harapan semu yang merongrong pikirannya. Akhirnya di penghujung tiga bulan semenjak kepindahannya, Beaufort jatuh sakit dan hanya mampu terbaring lemah tak  berdaya di ranjangnya.

Putrinya yang malang menjaganya dengan penuh kasih sayang, sorot matanya dipenuhi keputusasaan mengingat uang yang mereka miliki semakin menipis dan tak tahu lagi darimana mereka bisa mendapatkan uang. Namun Caroline Beaufort, begitulah namanya, memiliki pemikiran yang tidak biasa untuk gadis seusianya. Keteguhan hatinya untuk bertahan hidup muncul ditengah penderitaan yang dialaminya. Dia mendapat pekerjaan kecil sebagai penganyam jerami yang entah bagaimana caranya dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinnya.

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.