home Novel Fantasi Frankenstein karya Mary Shelley: Bab 3

Frankenstein karya Mary Shelley: Bab 3

Aku memiliki cukup waktu luang untuk membayangkan ini dan bayangan-bayangan lain selama perjalananku yang panjang dan melelahkan ke Ingolstadt. Akhirnya aku melihat menara kota yang putih nan tinggi. Aku turun dan masuk ke apartemenku yang terpencil untuk menghabiskan malam seperti yang aku sukai.

Pagi berikutnya aku mengirimkan surat perkenalan dan mengunjungi beberapa profesor penting. Kesempatan pertama (atau lebih tepatnya pengaruh jahat, malaikat penghancur yang semenjak aku melenggang dari rumah ayahku memaksa langkahku) membawa ku pada M. Krempe, profesor filsafat alam.

Dia adalah seorang laki-laki yang kasar tapi sangat mengilhami rahasia-rahasia pengetahuannya. Dia mengajukan beberapa pertanyaan padaku mengenai kemampuanku pada beberapa cabang ilmu pengetahuan yang berbeda termasuk filsafat alam. Aku menjawab secara sembarangan dan setengah meremehkan, menyebutkan nama-nama ahli kimia sebagai pengarang-pengarang penting yang telah aku pelajari.  Profesor terbelalak “sudahkah kamu,” katanya, “benar-benar menghabiskan waktumu untuk mempelajari omong kosong semacam itu?.”

Aku menjawab dengan tegas, “Setiap menit,” dengan kehangatan M. Krempe melanjutkan, “Setiap saat yang kau habiskan dengan buku-buku itu sungguh adalah sebuah kesia-siaan. Kau telah mengisi ingatanmu dengan system yang meledak dan nama-nama yang tidak berguna.

Ya Tuhan! Di gurun mana kau tinggal, hingga tak ada satu orang pun yang memberitahumu bahwa khayalan-khayalan yang kau telan dengan lahap itu adalah sesuatu yang kuno yang sudah beribu-ribu tahun lamanya?. Aku sedikit berharap, di zaman terang benderang dan ilmiah ini,  menemukan seorang murid Albertus Magnus dan Paracelsus. Tuanku yang terhormat, kau harus memulai pelajaranmu seluruhnya dari awal.”

Setelah berkata begitu, dia melangkah dan menuliskan daftar buku-buku mengenai filsafat alam yang dia ingin aku peroleh, dan membiarkanku pergi setelah memberitahu bahwa pada awal minggu berikutnya dia bermaksud untuk memulai matakuliah filsafat alam dalam hubungan yang umum, dan M. Waldman, rekanya sesama profesor, akan memberi kuliah tentang kimia di hari pengganti yang dia tinggalkan.

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.