home Novel Fantasi Frankenstein karya Mary Shelley: Bab 3

Frankenstein karya Mary Shelley: Bab 3

Aku kembali ke rumah tanpa kekecewaan, karena aku telah lama menganggap bahwa pengarang-pengarang yang kata professor bajingan itu tidak berguna. Tapi aku kembali tidak untuk mengulang pelajaran-pelajaran ini dalam situasi apapun. M. Krempe adalah seorang laki-laki yang sedikit pendek dan gemuk dengan suara yang keras dan raut wajah yang menjijikan, oleh karenanya guru itu tidak menarik hatiku untuk mendukung pencariannya.

Dengan sedikit terlalu filosofis dan disertai ketegangan, aku mungkin telah memberikan sekumpulan kesimpulan yang telah aku dapatkan sejak aku masih kecil. Sebagai seorang anak-anak aku tidak puas dengan hasil yang dijanjikan oleh profesor-profesor  ilmu pengetahuan alam yang modern itu.

Dengan informasi yang membingungkan yang hanya dikumpulkan oleh aku yang masih sangat muda dan keinginanku yang menuntunku pada hal tersebut, aku mempelajari ilmu pengetahuan sesuai dengan perkembangan zaman dan merubah penemuan-penemuan dari peneliti terkini menjadi mimpi-mimpi ahli kimia yang terlupakan. Selain itu, aku telah meremehkan penggunaan filsafat alam modern.

Hal yang sangat berbeda ketika ahli  ilmu pengetahuan hanya mencari keabadian dan kekuatan , walaupun sia-sia pandangan semacam itu dianggap hebat. Tapi sekarang keadaannya telah berubah. Ambisi seorang peneliti tampaknya membatasi dirinya sendiri untuk menghancurkan pandangan-pandangan dimana minatku terhadap ilmu pengetahuan telah ditemukan. Aku dibutuhkan untuk merubah khayalan mengenai kehebatan yang tak terbatas menjadi kenyataan yang sedikit bernilai.

Itulah gambaranku selama dua atau tiga hari pertama di tempat tinggalku di Ingolstadt, yang dihabiskan untuk mengenal lingkungan sekitar serta orang penting di tempat tinggal baruku.  Tapi ketika memulai minggu berikutnya, aku memikirkan informasi yang M. Krempe berikan padaku mengenai kuliah. Walaupun aku sangsi untuk pergi dan mendengarkan laki-laki yang sedikit sombong itu menyampaikan kalimat-kalimat di luar jam kuliah, tapi aku mengingat kembali apa yang telah dia katakan tentang M. Waldman yang belum pernah aku lihat, karena sampai saat ini dia masih di luar kota.

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.