home Novel Fantasi Frankenstein karya Mary Shelley: Bab 3

Frankenstein karya Mary Shelley: Bab 3

Dengan setengah penasaran dan setengah malas, aku pergi ke ruang kuliah yang tidak lama setelah itu M. Waldman masuk. Profesor ini tidak seperti rekannya. Dia kira-kira berumur lima puluh tahunan, ekpresinya memperlihatkan kebaikan, beberapa uban menutupi pelipisnya tapi rambut di kepala belakangnya agak hitam. Orangnya pendek tapi tegak dan memiliki suara termanis yang pernah aku dengar.

Dia memulai kuliahnya dengan sebuah ikhtisar tentang sejarah kimia dan berbagai kemajuan yang telah dibuat oleh orang-orang yang berbeda, dengan semangat melafalkan nama-nama penemu yang paling terkemuka. Sepintas dia menyinggung keadaan ilmu pengetahuan saat ini dan menjelaskan banyak istilah dasar.

Setelah membuat beberapa persiapan percobaan, dia menyimpulkan dengan memuji-muji kimia modern,istilah-istilah yang tidak akan pernah aku lupakan: “Guru-guru kuno dari ilmu pengetahuan ini,” katanya, “menjanjikan kemustahilan dan tak melakukan apapun. Ahli-ahli modern ini sedikit menjanjikan. Mereka mengetahui bahwa logam tak dapat diubah dan obat yang mujarab untuk segala penyakit hidup adalah khayalan, tapi filsuf-filsuf yang hanya terlihat mencebur-ceburkan tangannya ke dalam kotoran dan matanya meneliti mikroskop dan percobaan ini, sungguh telah melakukan keajaiban.

Mereka telah menembus tembok alam dan menunjukan bagaimana mereka bekerja di persembunyianya. Mereka mendaki surga, mereka menemukan bagaimana darah beredar dan sifat dasar udara yang kita hirup. Mereka telah memperoleh kekuatan baru dan hampir tak terbatas, mereka dapat menerintahkan gemuruh, meniru gempa bumi dan bahkan meniru dunia yang tak terlihat beserta bayangannya.”

Kata-kata profesor, yang cukup aku sebut dengan kata-kata takdir itu diungkapkan untuk menghancurkanku. Ketika dia  melajutkan, aku merasa jiwaku seolah-olah bergulat dengan musuh yang nyata, satu per satu berbagai penjelasan disinggung membentuk mekanisme tubuhku, nada demi nada yang segera mengisi pikiranku dengan satu pemikiran, satu gambaran, satu tujuan terdengar.

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.