home Novel Fantasi Frankenstein karya Mary Shelley: Bab 4

Frankenstein karya Mary Shelley: Bab 4

Perasaan yang sama yang membuatku mengabaikan peristiwa-peristiwa di sekitarku juga menyebabkan aku lupa pada temen-teman yang berada jauh dan telah lama tak kutemui. Aku tahu kebungkamanku menggelisahkan mereka, aku ingat betul kata-kata ayahku: ”Aku tahu selama kau bahagia dengan dirimu sendiri kau akan memikirkan kami dengan cinta, dan kami akan sering mendengarkanmu. Mohon maafkan aku jika aku melihat ketidakrutinanmu berkirim surat sebagai sebuah bukti bahwa tugas-tugasmu yang lain sama-sama terabaikan.”

Oleh karena itu, aku tahu benar apa yang ayahku rasakan, tapi aku tidak dapat melepaskan pikiranku dari pekerjaan yang memuakan namun sangat menarik ini. Aku ingin menagguhkan semua hal yang berhubungan dengan perasaan sayang hingga objek besar yang menelan setiap kebiasaanku terselesaikan.
Aku berpikir bahwa ayahku bersikap tak adil jika dia menganggap pengabaianku berasal dari sifat buruk dan kesalahanku. Tapi sekarang aku yakin ayah benar karena meyakini bahwa aku tidak harus bebas dari kesalahan. Seorang manusia yang sempurna harus selalu memelihara ketenangan dan kedamaian pikiran serta jangan pernah membiarkan nafsu atau keinginan semu mengganggu kedamaiannya.

Aku tidak berpikir bahwa pencarian ilmu pengetahuan dalam aturan ini adalah sebuah pengecualian. Jika penelitian yang melibatkan dirimu memberikan tekanan untuk melemahkan kasih sayang dan menghancurkan perasaanmu terhadap kesenangan-kesenangan sederhana dimana tak ada campuran yang mungkin tercampur, jika aturan ini selalu dijalankan, jika tak seorangpun membiarkan pencarian apapun mengganggu kedamaian kasih sayang keluarganya, mungkin Yunani tidak diperbudak, Caesar akan mempertahankan negaranya, Amerika akan ditemukan lebih lama, kerajaan Mexico dan Peru telah dihancurkan.

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.