home Novel Fantasi Frankenstein karya Mary Shelley: Bab 4

Frankenstein karya Mary Shelley: Bab 4

Tapi aku lupa bahwa aku sedang memoralisasi bagian yang paling menarik dari kisahku, dan wajahmu mengingatkanku pada hasilnya. Ayahku tidak pernah mencela dalam suratnya dan hanya memperingatkan kebungkamanku dengan bertanya lebih banyak tentang pekerjaanku daripada sebelumnya. Musim dingin, musim semi,dan musim panas berlalu melewati kerja kerasku.

Begitu terpikatnya aku oleh pekerjaanku hingga aku tak memperhatikan daun-daun bermekaran atau berkembang, pemandangan yang sebelumnya selalu memberikan kesenangan yang luar biasa padaku. Daun-daun di tahun itu telah layu sebelum pekerjaanku berakhir, dan sekarang dengan lebih sederhana hari-hari telah menunjukan bahwa aku telah berhasil.

Namun kegelisahan telah mengurangi semangatku, dan aku lebih terlihat seperti seseorang yang dihukum oleh perbudakan agar bekerja untuk diriku sendiri atau perdagangan tak sehat lainnya daripada seorang seniman yang mengerjakan pekerjaan yang disenaginya. Setiap malam aku ditindas oleh sedikit demam, dan aku menjadi semakin gelisah dengan kadar yang paling menyakitkan.

Gugurnya daun menggelisahkanku, dan aku menghindari orang-orang seolah-olah aku telah melakukan kejahatan kriminal. Aku mulai gelisah, kadang-kadang aku merasa aku telah berhasil. Dan hanya kekuatan untuk mencapai tujuankulah yang menopangku. Pekerjaanku akan segera berakhir, dan aku percaya bahwa olahraga dan hiburan akan segera menghilangkan penyakit yang baru kuderita. Aku menjanjikan kedua hal ini pada diriku saat penemuanku telah terselesaikan.

Diterjemahkan oleh Neti Yunilianti © 2015 (Dilarang menyalin dan mempublikasikan ulang terjemahan ini tanpa izin).

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.