home Novel Umum Great Expectations karya Charles Dickens: Bab 2

Great Expectations karya Charles Dickens: Bab 2

Saudara perempuanku, Mrs. Joe Gargery, dua puluh tahun lebih tua dariku, dan memiliki reputasi yang bagus dengan tetangga karena dia membesarkanku sendirian “dengan tangan.”
Aku butuh waktu untuk menemukan arti ungkapan tersebut, dan mengetahui bahwa dia memiliki tangan yang kuat dan berat, dan kebiasaan mendaratkan tangan tangan itu ke suaminya dan aku, ku pikir kalau Joe Gargery dan aku sama sama dibesarkan dengan tangan.

Dia bukan wanita cantik, kakakku; dan aku mempunyai bayangan kalau dia pasti memaksa Joe Gargery untuk menikahinya dengan tangan.
Joe adalah pria baik hati, dengan rambut keriting di sisi wajahnya yang halus, dan dengan mata yang biru tidak jelas yang terlihat tercampur dengan putih matanya.

Dia adalah orang yang santai, bawaan alam yang baik, sabar, santai, ceroboh, pria terhormat, – seperti Hercules dengan kekuatannya, dan juga kelemahannya

Kakakku, Mrs. Joe, dengan rambut dan mata yang hitam, memiliki kulit yang putih yang kadang membuatku berpikir apa dia mungkin dia mandi menggunakan parutan buah pala dan bukannya sabun. Dia tinggi dan kurus, dan hampir selalu menggunakan apron yang kasar, di ikatkan di tubuhnya dari belakang dengan dua simpul, dan memiliki kantong persegi di depan yang penuh dengan benang dan jarum.
Dia membuatnya dengan jasanya sendiri, dan celaan kuat untuk menentang Joe, dia memakai apron terlalu sering. Padahal aku tidak melihat alasan kenapa dia harus memakainya; atau kenapa, jika dia memakainya selamanya, dia seharusnya tidak usah mencopotnya, setiap hari selama hidupnya.

Tempat kerja pandai besi Joe bersebelahan dengan rumah kami, yang mana terbuat dari kayu, seperti rumah – rumah kebanyakan di desa kami, – hampir semuanya, pada saat itu.

Ketika aku berlari pulang dari halaman gereja, tempat kerja pandai besi sedang ditutup, dan Joe duduk sendirian di dapur. Joe dan aku menjadi teman sependeritaan, dan memiliki kepercayaan diri, Joe memberikan rasa percaya diri kepadaku, ketika aku menaikkan gagang pintu dan mengintipnya ke dalam dari arah berlawanan, duduk di sudut cerobong asap.

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.