home Hikayat/Cerita Rakyat Kisah 1001 Malam: Bab 1 – Dimulai dengan Malam Pertama dan Diakhiri dengan Malam Ketiga

Kisah 1001 Malam: Bab 1 – Dimulai dengan Malam Pertama dan Diakhiri dengan Malam Ketiga

KISAH SAUDAGAR DAN JIN
Alkisah, wahai Raja yang berbahagia, ujar Shahrazád, ada seorang saudagar kaya yang berdagang ke negeri-negeri sekitar. Suatu hari, ia menaiki kudanya, dan berkelana ke negeri tetangga untuk mengambil apa yang menjadi haknya, panas matahari menyengatnya, ia pun duduk di bawah pohon, di suatu kebun, dan merogoh kantong pelananya, kemudian melahap sepotong roti dan kurma perbekalannya. Setelah memakan kurma, ia melemparnya ke samping batu, dan tiba-tiba muncul di hadapannya sesosok jin Ifrit, yang tinggi besar, dengan pedang terhunus di tangannya, mendekatinya, dan berkata,

Bangun, agar aku bisa membunuhmu, sebagaimana kau membunuh anakku. Saudagar itu bertanya, Bagaimana bisa aku membunuh anakmu? Jin menjawab, Saat kau memakan kurma itu, dan melemparnya ke samping batu, itu menghantam dada anakku, dan, seperti yang ditetapkan oleh takdir, ia langsung mati.

Sang saudagar, mendengar kisah itu, berseru, Sesungguhnya kita milik Allah, dan sesungguhnya kepada-Nya lah kita kembali! Tiada daya kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah, Yang Maha Tinggi, Yang maha Agung! Kalaupun aku membunuhnya, aku tidak sengaja, tanpa sepengetahuanku; dan aku yakin kau akan memaafkanku.

Jin itu menjawab, Kematianmu mutlak diperlukan, karena kau telah membunuh anakku. Jin itu lalu menyeretnya, membantingnya, dan bersiap menyerangnya dengan pedang. Sang saudagar pun menangis tersedu-sedu, dan berkata pada Ji, Aku serahkan segala urusan hidupku kepada Allah, tidak ada satupun yang bisa mengindar dari apa yang telah Dia tetapkan.

Lalu ia melanjutkan ratapannya, dengan mengulang-ulang syair berikut: Masa terdiri dari dua; sekarang cerah, lalu mendung: dan hidup, terdiri dari dua; sekarang aman, lalu berbahaya. Katakan padanya siapakah yang telah mencela kami karena ketidakberuntungan, Adakah keberuntungan menentang siapapun kecuali yang agung? Tidakkah engkau melihat bahwa mayat mengapung di atas laut, sedangkan mutiara berharga berada di laut terdalam? Saat jarum jam memainkan kita, kemalangan dilimpahkan pada kita oleh kecupan panjangnya. Di langit bintang tak terhitung, namun tidak ada satupun yang mengalahkan matahari dan bulan. Berapa banyak pohon yang hijau dan yang kering di muka bumi, namun yang diserang dengan batu tidak ada yang berbuah! Engkau berpikiran baik tentang hari-hari ketika hari-hari itu berjalan dengan baik, dan ketakutan, bukan kejahatan yang takdir antar.

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.