home Hikayat/Cerita Rakyat Kisah 1001 Malam: Bab 1 – Dimulai dengan Malam Pertama dan Diakhiri dengan Malam Ketiga

Kisah 1001 Malam: Bab 1 – Dimulai dengan Malam Pertama dan Diakhiri dengan Malam Ketiga

Setelah ia selesai dengan sajaknya, Jin berkata padanya, Simpan kata-katamu, kematianmu tak terhindarkan. Kemudian Saudagar berkata, Ketahuilah, Ifrit, aku memiliki hutang yang harus dibayar, dan aku juga memiliki banyak harta benda, anak-anak, istri, serta janji-janji yang harus ditepati. Jadi, ijinkan aku kembali ke rumahku, menyelesaikan dulu urusanku, lalu aku akan kembali padamu. Aku bersumpah akan kembali padamu, dan kau lakukan apa yang kau mau. Tuhan menjadi saksinya.

Jin pun menerima sumpahnya, dan membebaskannya; memberinya waktu hingga tahun berakhir. Kemudian, Saudagar kembali ke tempat asalnya, menyelesaikan semua yang ia harus lakukan, membayar hutang, dan memberi tahu istri dan anak-anaknya mengenai kejadian yang menimpanya. Mendengar hal itu, mereka sekeluarga menangis. Ia menunjuk wali atas anak-anaknya, dan tetap bersama keluarganya hingga akhir tahun; ketika ia mengambil pakaian kematiannya, berpamitan pada keluarga, tetangga, dan seluruh sanak saudaranya, dan mulai pergi, keluarganya menangis histeris penuh duka.

Ia terus berjalan hingga ia tiba di suatu taman, pada hari pertama di tahun baru. Saat ia duduk, menangisi malapetaka yang akan segera menimpanya, seorang syekh lanjut usia, mendekatinya, membawa rusa dengan rantai di lehernya. Sheykh ini memberi hormat pada Saudagar, mendoakannya panjang umur, dan berkata kepadanya,

Apa yang membuatmu duduk sendirian di sini, karena ini tempat istirahat Jin? Saudagar lalu memberitahu apa yang telah menimpanya, dan alasannya duduk di sana.

Syekh, si pemilik kijang, tercengang dan berkata, Demi Allah, wahai saudaraku, kesetiaanmu begitu besar, dan kisahmu sungguh luar biasa! Jika hal itu terukir pada seorang intelek, akan menjadi pelajaran berharga baginya!

Lalu syekh itu duduk di sampingnya, dan berkata, Demi Allah, wahai Saudaraku, aku akan tetap di sini hingga aku melihat apa yang akan terjadi padamu dan Ifrit itu. Lalu ia pun duduk, dan bercakap dengannya. Saudagar menjadi hampir gila, ketakutan, teror, dukacita, dan kecemasan yang berlebihan mulai merasukinya.

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.