home Hikayat/Cerita Rakyat Kisah 1001 Malam: Bab 1 – Dimulai dengan Malam Pertama dan Diakhiri dengan Malam Ketiga

Kisah 1001 Malam: Bab 1 – Dimulai dengan Malam Pertama dan Diakhiri dengan Malam Ketiga

Dan setelah si pemilik rusa duduk di sampingnya, tiba-tiba, syekh kedua mendekati mereka, dengan membawa dua anjing hitam, memberi hormat, lalu menanyakan alasan mereka duduk di tempat itu, melihatnya sebagai tempat istirahat Jin: dan mereka pun menceritakannya dari awal hingga akhir.

Dan ketika ia akan duduk, datanglah syekh ketiga menghampiri mereka dengan membawa seekor keledai belang, dan menanyakan pertanyaan yang sama, yang dijawab dengan jawaban yang sama.
Seketika, angin bertiup kencang, mengubah debu menjadi pusaran besar, mendekati mereka dari tengah-tengah gurun, lalu mereda, dan muncullah Jin, dengan pedang terhunus di tangannya, matanya mengeluarkan percikan api. Ia menghampiri mereka, dan menyeret Saudagar, lalu berkata, Bangunlah, agar aku bisa membunuhmu, seperti kau membunuh anakku, jiwaku.

Saudagar menangis tersedu, dan ketiga syekh pun turut berduka, menangis dan meratap. Tapi syekh pertama, si pemilik rusa, memulihkan kepercayaan dirinya, mencium tangan Ifrit dan berkata padanya,

Wahai kau Jin, mahkota kerajaan Jann, jika aku menceritakanmu kisah tentangku dan rusa ini, dan kau senang mendengarnya, dan lebih menyenangkan daripada kisah saudagar ini, maukah kau memberiku sepertiga darah yang kau dapatkan darinya? Jin menjawab, Ya, wahai Syekh. Jika kau menceritakan sebuah kisah, dan aku senang mendengarnya, aku akan memberimu sepertiga darahnya.

KISAH SYEKH PERTAMA DAN RUSANYA
Lalu, syekh berkata, Ketahuilah, Ifrit, bahwa rusa ini adalah anak perempuan dari paman dari pihak ayahku, dan ia adalah darah dagingku. Aku menikahinya saat ia masih muda, dan tinggal bersamanya selama tiga belas tahun. Namun darinya, aku tidak mendapat anak, jadi aku mengambil budak selir, dan darinya aku mendapat anak laki-laki, seperti purnama, dengan mata indah, alis yang lembut, dan bentuk tubuh yang sempurna, ia tumbuh sedikit demi sedikit hingga ia mencapai usia lima belas tahun. Pada saat itu, tanpa diduga aku mendapat kesempatan untuk melakukan perjalanan ke suatu kota, dan pergi ke sana membawa barang dagangan yang banyak.

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.