home Hikayat/Cerita Rakyat Kisah 1001 Malam: Bab 1 – Dimulai dengan Malam Pertama dan Diakhiri dengan Malam Ketiga

Kisah 1001 Malam: Bab 1 – Dimulai dengan Malam Pertama dan Diakhiri dengan Malam Ketiga

Lalu ia pun menceritakan semua yang terjaadi pada mereka berdua; dan aku berkata, Wahai anakku, Tuhan telah memberimu seseorang yang membebaskanmu, dan membalaskan dendammu;–dan aku menikahkannya dengan puteri si penggembala, wahai Jin, setelah itu, ia mengubah sepupuku menjadi rusa ini. Dan ketika aku kebetulan melewati jalan ini, aku melihat saudagar ini, dan menanyakan apa yang terjadi padanya; dan saat ia memberitahuku, aku pun duduk untuk melihat hasilnya.–Inilah ceritaku. Jin berkata, Cerita yang sangat bagus; aku menyerahkanmu sepertiga darahnya.

Syekh yang kedua, pemilik dua anjing hitam, kemudian maju, dan berkata pada Jin, Jika aku menceritakanmu cerita tentang diriku dan anjing-anjing ini, dan kau senang mendengarnya, akankah kau memberiku sepertiga darah saudagar ini juga? Jin menjawab, Ya.

KISAH SYEKH KEDUA DAN DUA ANJING HITAM
Lalu syekh itu berkata, Ketahuilah, wahai raja kaum Jin, bahwa dua anjing hitam ini adalah saudara laki-lakiku. Ayahku meninggal, dan meninggalkan kami tiga ribu keping emas; lalu aku membuka sebuah toko untuk berjual beli. Namun salah satu saudara laki-lakiku melakukan perjalanan, dengan persediaan barang dagangan, dan tidak ada kabar dalam kurun waktu satu tahun dengan para kafilah; di mana setelah itu, ia kembali miskin.

Aku berkata padanya, Tidakkah aku menasihatimu untuk menjauhi bepergian? Namun ia menangis, dan berkata, Wahai saudaraku, Tuhan, yang dari-Nya lah kekuasaan dan kemuliaan, menetapkan kejadian ini; dan tidak ada lagi keuntungan dalam kata-kata ini: Aku sudah tidak punya apa-apa. Lalu aku membawanya ke toko, pergi dengannya ke kamar mandi, dan memakaikannya pakaianku yang mahal; setelah itu, kami duduk bersama untuk makan; dan aku berkata padanya, Wahai saudaraku, aku akan menghitung pendapatan tokoku selama setahun ini, dan aku membaginya, terpisah dari modal, antara kau dan aku.

Maka, setelah kuhitung-hitung, keuntunganku berjumlah dua ribu keping emas; aku bersyukur pada Tuhan, yang dari-Nya lah kekuasaan dan kemuliaan, dan sangat bersuka cita, dan membagi keuntungan menjadi dua bagian yang sama antara aku dan dia.–Saudaraku yang satunya lalu mengatur suatu perjalanan; dan setelah satu tahun, pulang dalam kondisi yang sama; dan aku melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan saudaraku yang tadi.

Setelah ini, saat kami telah tinggal bersama untuk beberapa waktu, kedua saudaraku lagi-lagi ingin melakukan perjalanan, dan menginginkan aku menemani mereka; tapi aku tidak mau. Aku berkata, Apa yang telah kalian dapatkan dalam perjalanan kalian, yang bisa aku dapatkan? Mereka mendesakku; tapi aku tidak mau mengikuti mereka; dan kami tetap berjual beli di toko kami sepanjang tahun.

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.