home Hikayat/Cerita Rakyat Kisah 1001 Malam: Bab 3

Kisah 1001 Malam: Bab 3

Sang penyihir wanita segera kembali pada Raja, yang masih dikiranya sebagai sang budak. Lalu ia berkata, “Wahai cintaku, ulurkanlah tanganmu sehingga aku dapat menciumnya”. Dengan suara rendah Raja menjawab, “Mendekatlah padaku”. Maka wanita itu pun mendekatinya, dan Raja yang telah memegang pedang tajam di tangannya segera menusukkan pedang tersebut di dada sang penyihir, hingga ujung pedang menembus di balik punggungnya. Ia kemudian menebasnya untuk yang kedua kali, memotong sang penyihir menjadi dua bagian, kemudian pergi.

Raja menemukan pemuda yang telah menjadi korban sihir itu tengah menunggu kedatangannya, kemudian ia memberikan selamat karena Raja telah kembali dalam keadaan baik, pangeran muda itu mencium tangan sang Raja dan mengucapkan terimakasih. Raja kemudian bertanya padanya, “ Apakah kau akan tetap tinggal di sini? Atau ikut bersamaku menuju negeriku?”. “ Wahai Raja” jawab pemuda itu, “ Apakah Engkau mengetahui berapa jarak antara Engkau dengan negerimu?”. Raja menjawab, “ Dua setengah hari”. Dan pemuda itu menegaskan, “ Wahai Raja, dalam keadaan terbangun ataupun tertidur, diantara engkau dan negerimu terbentang jarak sejauh satu tahun perjalanan, apabila engkau berjalan dengan penuh ketekunan. Dan engkau bisa sampai dalam waktu dua setengah hari hanya karena kota ini telah dikutuk. Namun, wahai Raja, aku tidak akan melepaskan pandangan darimu walau hanya sekejap mata”.

Raja bersuka cita atas kata-katanya dan mengucapkan, “ Segala puji bagi Allah, yang dengan kemurahan hatinya telah mendatangkan engkau kepadaku. Sekarang engkau adalah putraku. Seumur hidup aku tidak pernah diberkati dengan seorang anak laki-laki”. Mereka lalu berpelukan satu sama lain, dan bersuka cita. Mereka kemudian pergi menuju istana Raja bersama-sama, di mana Raja muda telah memberitahukan pada pegawai-pegawai istananya bahwa ia akan melakukan perjalanan yang suci, maka para pegawai mempersiapkan segala yang dibutuhkannya bahkan lebih daripada yang dimintanya. Dan pergilah Raja muda bersama Raja. Hatinya terbakar oleh bayang-bayang negeri ini, karena pemandangan akan negeri ini telah dirampas darinya dalam waktu satu tahun.

Mereka pun kemudian berangkat, didampingi oleh 50 pengawal, dengan dilengkapi oleh bingkisan-bingkisan hadiah. Mereka melakukan perjalanan siang dan malam selama setahun penuh, hingga akhirnya tibalah mereka di dekat negeri sang Raja. Perdana Menteri dan para pasukan yang telah putus asa menunggu kepulangan Raja datang dan menyambut mereka. Para pasukan mendatangi sang Raja, menciun tanah di hadapannya, dan memberinya selamat karena telah pulang dalam kondisi sehat. Raja pun memasuki istana dan duduk di atas singgasananya. Ia kemudian menceritakan pada Perdana Menteri perihal apa yang terjadi antara dirinya dan sang pemuda.

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.