home Hikayat/Cerita Rakyat Kisah 1001 Malam: Bab 3

Kisah 1001 Malam: Bab 3

Sang Raja merasakan keheranan yang luar biasa, karena seumur hidupnya ia tidak pernah menyaksikan pemandangan seperti itu. Lalu ia berkata, “ Serahkan ikan-ikan tersebut kepada pelayan”. Sang pelayan telah dikirimkan kepadanya sebagai hadiah dari Raja Yunani tiga hari sebelumnya, dan ia belum sempat mempertontonkan keahliannya. Sang Perdana Menteri kemudian memerintahkannya untuk menggoreng ikan-ikan itu, dan ia berkata pada sang pelayan, “ Wahai pelayan, Raja telah berkata padamu, aku tidak menyimpan airmataku kecuali untuk saat-saat yang sukar. Maka, hari ini, senangkanlah kami dengan keahlian memasakmu, karena seseorang telah menghadiahkan ikan-ikan ini kepada Sultan”.

Setelah memerintahkan pelayan, perdana menteri kembali, dan Raja memerintahkannya untuk memberikan hadiah kepada sang nelayan berupa 400 potong emas. Perdana Menteri memberikannya, dan sang nelayan meletakkan emas-emas itu dalam pangkuannya, lalu kembali ke rumahnya. Istrinya sangat bahagia dan bersuka cita, mereka pun membeli barang-barang yang mereka butuhkan.
Itu adalah hal yang terjadi pada sang nelayan. Sekarang kita akan melihat hal yang menimpa sang pelayan. Ia mengambil ikan-ikan tersebut dan membersihkannya, lalu menata mereka di atas penggorengan, kemudian ditinggalkannya ikan-ikan itu hingga satu sisi matang.

Ketika ia membalik ikan-ikan tersebut ke sisi satunya, dinding dapur tiba-tiba retak, dan dari dalamnya muncul seorang gadis dengan perawakan yang tinggi, pipi yang halus, dengan bentuk tubuh yang sempurna. Matanya dihiasi dengan celak, wajahnya cantik, dengan pinggang yang penuh. Ia mengenakan koofeeyeh ( kain berbentuk persegi empat yang diikatkan di kepala) yang terjalin dengan sutra bewarna biru, memakai anting di telinganya, gelang di pergelangan tangannya, dan cincin-cincin dengan batu mulai di jari-jarinya. Di tangannya ia memegang ranting tebu, dan ia memasukkan ujung ranting tersebut ke dalam penggorengan, lalu berkata, “ Wahai ikan-ikan, apakah kalian masih setia pada perjanjian?”.

Melihat pemandangan seperti itu, sang pelayan jatuh pingsan. Gadis itu kemudian mengulang kata-kata yang sama untuk kedua, dan ketiga kalinya. Kemudian ikan-ikan itu menaikkan kepala mereka dari penggorengan, dan menjawab, “ Ya, Ya…” kemudian mereka mengulang sajak di bawah ini:
“ Apabila engkau kembali, maka kami akan kembali. Apabila engkau datang, maka kami akan datang. Dan apabila engkau meninggalkan kami, maka kami pun akan melakukan hal yang sama”.

Setelahnya, sang gadis membalikkan penggorengan, lalu pergi dengan cara yang sama seperti ketika ia datang, dan dinding dapur pun tertutup lagi. Sang pelayan pun kemudian tersadar, dan mendapati keempat ikan tersebut hangus seperti arang. Dan ia menjerit, kesempatan pertama menunjukkan kemampuannya telah gagal. Ia mencela dirinya sendiri, sampai kemudian ia melihat sosok Perdana Menteri berdiri di atasnya dan berkata padanya, “ Bawa ikan-ikan itu kepada Sultan”. Ia menangis, dan memberitahu Perdana Menteri tentang apa yang telah terjadi.

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.