home Hikayat/Cerita Rakyat Kisah 1001 Malam: Bab 3

Kisah 1001 Malam: Bab 3

Sang Menteri luar biasa keheranan dan berseru, “ Ini adalah kejadian yang luar biasa”. Ia lalu memanggil sang nelayan, dan ketika nelayan tiba, ia berkata, “ Wahai nelayan, engkau harus membawakan kepada kami empat ekor ikan seperti yang telah kau bawa sebelumnya”. Maka sang nelayan pun melakukan perjalanan lagi ke danau, melempar jalanya, dan ketika ia menariknya, ia menemukan empat ikan yang sama seperti sebelumnya. Lalu ia memberikannya kepada Perdana Menteri, yang mengantarkan ikan-ikan tersebut kepada sang pelayan, dan kemudian berkata, “ Berdirilah, dan goreng ikan-ikan ini di hadapanku, karena aku ingin melihatnya dengan mata kepalaku sendiri”.

Sang pelayan kemudian menyiapkan ikan-ikan itu, meletakkannya di penggorengan, dan ikan-ikan tersebut tetap berada di sana, hingga kemudian dinding retak terbelah, dan datanglah sang gadis, berpakaian seperti sebelumnya, serta memegang ranting. Lalu ia memasukkan ujung ranting itu ke penggorengan, dan berkata, “ Wahai ikan, wahai ikan, apakah kalian masih setia pada perjanjian lamamu?” Kemudian ikan-ikan itu mengangkat kepala mereka, dan menjawab seperti sebelumnya. Lalu sang gadis membalikkan penggorengan dengan rantingnya, dan pergi dengan cara yang sama seperti ketika ia datang, dinding kemudian tertutup kembali.

Perdana Menteri kemudian berkata, “ Ini adalah kejadian yang tidak boleh disembunyikan dari Raja”. Maka ia pergi kepada sang Raja, memberitahunya tentang apa yang telah terjadi di depan matanya. Lalu Raja berkata, “ Aku harus melihatnya dengan mata kepalaku sendiri”. Maka ia mengirimkan utusan kepada sang nelayan, dan memerintahkannya membawa empat ikan seperti sebelumnya, dengan tenggat waktu selama tiga hari.

Maka sang nelayan pun kembali lagi ke danau, mengambil ikan-ikan dari sana, lalu mengantarkannya pada Raja, yang kemudian memberikan perintah untuk menghadiahi sang nelayan 400 potong emas lagi. Ia kemudian berkata pada Perdana Menteri, “ Kau masak ikan-ikan ini di sini, di hadapanku”. Perdana Menteri menjawab, “ Hamba mendengar dan hamba taat”. Ia kemudian membawa penggorengan, dan setelah membersihkan ikan-ikan itu, diletakkannya ikan-ikan tersebut di sana.

Sesaat setelah ia membalikkan ikan-ikan tersebut, dinding retak terbelah, dan dari dalamnya muncul seorang berkulit hitam, yang ukuran badannya seperti sapi jantan, atau seperti orang dari kaum Nabi Hud. Ia memegang ranting pohon di tangannya, dan ia berkata, dengan suara yang jelas namun menakutkan, “ Wahai ikan, wahai ikan, apakah kalian masih setia pada perjanjian lamamu?”. Ikan-ikan itu kemudian mengangkat kepala mereka, dan menjawab seperti sebelumnya, “ Ya..Ya.. :
“Apabila engkau kembali, maka kami akan kembali. Apabila engkau datang, maka kami akan datang. Dan apabila engkau meninggalkan kami, maka kami pun akan melakukan hal yang sama”.

Orang berkulit hitam itu kemudian mendekati penggorengan, dan membaliknya dengan ranting pohonnya, lalu ikan-ikan itu hangus bagaikan arang, dan ia pergi dengan cara yang sama dengan saat ia datang.

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.