home Hikayat/Cerita Rakyat Kisah 1001 Malam: Bab 3

Kisah 1001 Malam: Bab 3

Cerita Sang Raja Muda dari Pulau-Pulau Hitam

Ayahku adalah Raja di wilayah ini, ia bernama Mahmood, dan ia merupakan seorang penguasa dari Pulau-Pulau Hitam, serta penguasa dari empat gunung. Setelah berkuasa selama 70 tahun, ia wafat dan aku menggantikannya menduduki kekuasaan. Saat itu pula aku mengambil anak dari pamanku untuk menjadi istriku, dan gadis itu mencintaiku secara berlebihan. Setiap aku pergi darinya untuk beberapa waktu, ia menolak untuk makan dan minum hingga aku kembali. Ia berada di bawah pengawasanku hingga lima tahun lamanya.

Setelah masa itu berlalu, pada suatu hari ia pergi untuk mandi, dan aku menyuruh juru masak untuk mempersiapkan jamuan makan malam, kemudian aku masuk ke istana ini dan tidur di tempatku yang biasa. Aku telah memerintahkan dua pelayan untuk mengipasiku. Salah satu dari mereka mengipasiku bagian kepalaku, sementara yang lainnya mengipasi kakiku. Namun aku merasa gelisah karena istriku tidak ada di sampingku, maka aku tidak bisa jatuh tertidur. Mataku tertutup, namun sesungguhnya aku masih terbangun.

Dan aku mendengar pelayan yang mengipasi kepalaku berkata pada ia yang mengipasi kakiku, “ Wahai Mes’odeeh, sesungguhnya Tuan kita sangatlah tidak beruntung dalam masa mudanya, sungguh sayang sekali ia harus menghabiskan waktunya dengan seorang istri yang tidak bermoral dan jahat!”. Sang pelayan yang seorang lagi menjawab, “ Binasalah para istri yang tidak setia!” dan ia menambahkan, “ Namun, orang seperti Tuan kita yang telah diberikan karunia oleh alam, tidak cocok untuk bersanding dengan wanita tak bermoral, yang tidak pernah ada di ranjang suaminya setiap malam”.

Pelayan yang mengipasi kepala menimpali lagi, “ Sesungguhnya Tuan kita sangat ceroboh karena tidak melakukan penyelidikan tentangnya”. Kemudian yang satunya kembali menjawab, “ Apakah Tuan kita mengetahui perbuatannya? Atau apakah ia meninggalkannya karena kehendak Tuan kita?”. “Tidak. Justru sebaliknya, ia mengatur cara untuk menipu Tuan kita melalui segelas anggur yang diminumnya setiap malam sebelum tidur. Ia memasukkan sesuatu di dalamnya, sehingga Tuan kita tertidur dengan sangat nyenyak tanpa menyadari apa yang terjadi, tidak tahu kemana istrinya pergi, dan apa yang dilakukannya.

Sementara setelah memberinya anggur, istrinya berdandan dan pergi ke luar, tidak berada di sisinya hingga fajar tiba, lalu wanita itu akan kembali padanya dan membakar parfum di hidungnya agar ia terbangun”. Ketika aku mendengar percakapan kedua pelayan itu, cahaya menjadi padam di wajahku, dan aku nyaris tidak menyadari malam yang semakin mendekat, serta ketika istriku kembali setelah ia mandi. Meja makan telah disiapkan, maka kami berdua makan, kemudian kami duduk sambil minum anggur seperti biasanya. Kemudian aku meminta anggur yang biasa kuminum sebelum pergi tidur, dan istriku menyodorkannya padaku.

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.