home Hikayat/Cerita Rakyat Kisah 1001 Malam: Pendahuluan

Kisah 1001 Malam: Pendahuluan

Penyair lain mengatakan,

Jauhkan dirimu dari kecaman, karena mendekatinya akan memperkuat kecaman tersebut, dan meningkatkan hasrat menuju pada gairah yang kejam. Apabila aku menderita karena gairah tersebut, kasusku akan sama dengan para lelaki sebelum diriku, dan aku akan bertanya-tanya apakah laki-laki ini telah menjaga dirinya dari kelicikan wanita?”.

Ketika kedua raja itu mendengar kata-kata tersebut dari bibir sang gadis, keduanya merasakan ketakjuban yang luar biasa, dan mereka berkata satu sama lain, apabila ini adalah Efreet, dan bencana yang besar telah menimpanya lebih daripada bencana yang kita alami, maka hal tersebut seharusnya dapat menghibur hati kita. Maka segeralah keduanya pergi dan kembali ke kota.

Segera setelah ia menjejakkan kakinya di istana, Raja Syahriyar memberikan perintah untuk memenggal kepala istrinya, beserta wanita-wanita dan budak-budak pria berkulit hitam yang dilihatnya pada hari itu. Setelah kejadian tersebut, sang Raja memiliki kebiasaan, setiap malam setelah meniduri para perawan, ia akan membunuh mereka pada saat hari telah fajar. Ia terus melakukannya selama tiga tahun, hingga orang-orang mulai mengemukakan protes mereka kepadanya, membawa lari anak-anak gadis mereka, hingga tak ada lagi perawan yang tersisa di kota itu.

Begitulah ceritanya ketika Raja memerintahkan menteri nya untuk membawa seorang perawan, sebagaimana kebiasaannya, dan sang menteri mencoba untuk memenuhi keinginan itu namun tidak dapat menemukan perawan yang tersisa di sana. Maka kembalilah ia ke rumahnya dengan marah dan cemas, ketakutan oleh apa yang akan dilakukan Raja padanya.

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.