home Hikayat/Cerita Rakyat Kisah 1001 Malam: Pendahuluan

Kisah 1001 Malam: Pendahuluan

Saat ini sang menteri memiliki dua orang putri, yang tertua bernama Shahrazad, dan yang kedua bernama Dunyazad. Sang putri sulung memiliki kegemaran membaca buku-buku sejarah, mengenai kehidupan raja-raja sebelumnya, juga cerita-cerita tentang generasi terdahulu. Ia telah mengumpulkan ribuan buku sejarah, berhubungan dengan raja-raja dan generasi sebelumnya, juga buku-buku tentang puisi.

Pada saat itu, ia bertanya pada ayahnya, “ Mengapa aku lihat ayahanda sedemikian berubah? Mengapa engkau begitu larut dalam kesedihan dan kecemasan? Seorang penyair pernah mengatakan, beritahu ia yang menderita oleh kegelisahan, bahwa kegelisahan tidak akan abadi. Sejalan dengan kebahagiaan yang pasti berlalu, kegelisahan pun pasti akan berlalu”.

Ketika sang menteri mendengar kata-kata itu dari putrinya, ia segera menceritakan hal-hal yang menimpanya berkaitan dengan prilaku sang Raja. Dan putrinya berkata, “ Demi Allah, wahai ayahku, nikahkanlah aku dengan Raja. Entah aku akan mati, mewakili putri-putri perawan muslim lainnya, atau aku akan hidup, dan menjadi jalan bagi pembebasan mereka”.

Sang ayah segera berseru, “ Demi Allah, kau tidak boleh menempatkan dirimu dalam bahaya seperti itu”. Namun sang putri berkeras bahwa ia harus melakukannya. “ Kalau begitu, “ kata sang menteri, “ Aku takut bahwa kisah yang sama dengan kisah tentang keledai, sapi, dan sang saudagar akan menimpamu”. “ Kisah seperti apakah itu, wahai ayahanda?” tanya putrinya.

fig15

“ Begini putriku, “ kata sang menteri, lalu ia pun mulai menceritakan kisahnya. Alkisah ada seorang saudagar yang kaya dan memiliki banyak ternak. Ia pun memiliki istri dan anak-anak. Allah yang Maha Agung pun memberkahinya dengan kemampuan untuk memahami bahasa binatang dan burung.

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.