home Hikayat/Cerita Rakyat Kisah 1001 Malam: Pendahuluan

Kisah 1001 Malam: Pendahuluan

Ia tinggal di pedesaan, dan di kediamannya ia memiliki seekor keledai dan seekor sapi. Ketika si sapi mendatangi tempat dimana si keledai terikat, ia menemukan keledai tengah bersantai, di tempat makannya tersedia jawawut dan jerami, dan ia tengah bersandar dengan nyaman. Sang pemilik hanya memakainya sesekali, untuk keperluan bisnis, dan setelah itu pun ia segera pulang.

Pada suatu hari, sang saudagar mencuri dengar percakapan antara si keledai dan sapi. Si sapi berkata pada keledai, “ Semoga makananmu dapat memberikan kesehatan padamu. Aku terbebani kelelahan yang amat sangat, ketika kau tengah menikmati waktu istirahatmu. Kau bisa bersantai memakan jawawut dari tempat makanmu, dan manusia menghidangkannya padamu, pemilikmu pun hanya memakaimu sesekali, ketika aku terus menerus harus membajak sawah dan bekerja di penggilingan”.

Keledai menjawab, “ Ketika kau pergi ke ladang, dan mereka memasangkan kerangka kayu di lehermu, berbaringlah di tanah dan jangan berdiri walaupun mereka memukulmu. Atau, kalaupun kau berdiri, berbaringlah untuk yang kedua kalinya. Dan ketika mereka mengembalikanmu ke kandangmu, kemudian menyiapkan biji-bijian di hadapanmu, jangan memakannya. Berlakulah seolah-olah kau sedang sakit. Jangan makan dan minum selama sehari, dua hari, atau tiga hari.

Dengan cara itulah kau dapat beristirahat dari pekerjaannmu”. Mengikuti perkataan keledai, ketika penjaga datang untuk memberikan si sapi makanan, ia hanya makan dengan sangat sedikit. Dan ketika keesokan harinya penjaga datang dengan maksud membawa si sapi untuk membajak ladang, ia menemukan si sapi dalam keadaan yang lemah. Maka akhirnya sang saudagar mengatakan, “

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.