home Hikayat/Cerita Rakyat Kisah 1001 Malam: Pendahuluan

Kisah 1001 Malam: Pendahuluan

Bawa saja keledai itu, dan biarkan ia membajak ladang seharian sebagai pengganti sapi ”. Sang penjaga menuruti kata-katanya. Dan ketika si kedelai kembali selepas senja, si sapi berterimakasih atas apa yang dilakukan keledai untuk meringankan beban pekerjaannya. Si keledai tidak menjawab apa-apa, dan diam-diam menyesali apa yang telah dikatakannya pada si sapi.

Esoknya, seorang pekerja datang lagi dan membawa si keledai untuk membajak ladang bersamanya hingga sore hari. Si keledai kembali ke kandang dengan bekas kayu di lehernya, kondisi badannya menjadi lemah, dan si sapi melihatnya lalu mengucapkan terimakasih dan memujinya. Keledai berseru, “ Aku sudah hidup dengan enak, namun campur tanganku justru merugikan diriku sendiri!”.

Maka berkatalah keledai pada sapi, “ Ketahuilah bahwa aku selalu memberimu saran yang baik. Aku mendengar dari pemilik kita, bahwa apabila si sapi tidak berdiri dari tempatnya, maka bawalah ia ke tukang potong, biarkan tukang potong itu menyembelihnya dan membuat sesuatu dari kulitnya.

Aku takut dengan apa yang akan kau alami, karena itu aku memberitahumu ini, semoga damai selalu ada bersamamu”. Ketika si sapi mendengar itu dari keledai, ia segera berterimakasih, dan mengatakan, “ Besok aku akan bangun dengan sigap”. Maka sang sapi menyantap seluruh makanannya, bahkan menjilat tempat makannya. Sementara itu, diam-diam sang saudagar mendengar seluruh percakapan mereka.

fig16

Pada hari berikutnya, sang saudagar dan istrinya mendatangi kandang sapi, keduanya duduk disana sementara seorang pekerja datang dan menarik si sapi. Ketika si sapi melihat majikannya, ia segera menggerakkan ekornya, menunjukkan bahwa ia sangat sehat dengan suara dan gerakan, berlari ke sana kemari hingga sang pemilik tertawa terpingkal-pingkal. Istrinya sangat terkejut dan bertanya padanya, “ Apa yang kau tertawakan?”

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.