home Hikayat/Cerita Rakyat Kisah 1001 Malam: Pendahuluan

Kisah 1001 Malam: Pendahuluan

Ia menjawab, “ Aku tertawa karena sesuatu yang kulihat dan kudengar, namun aku tidak bisa memberitahukannya, karena dengan memberitahunya berarti aku harus mati untuk menebusnya”. Istrinya menjawab, “ Kau harus mengatakan penyebabnya padaku meskipun kau harus menebusnya dengan kematian”, dan suaminya menimpali, “ Aku tidak bisa memberitahukannya padamu.

Ketakutan akan kematian mencegahku untuk melakukan itu”. “ Kau pasti hanya menertawakanku” sahut sang istri, dan ia pun berhenti mendesak suaminya, hingga suaminya merasa kebingungan. Akhirnya sang saudagar memanggil anak-anaknya dan juga saksi mata, karena ia akan menyampaikan wasiatnya, membuka rahasianya pada istrinya, dan kemudian mati.

fig17

Hal itu dilakukan karena sang saudagar sangat mencintai istrinya, wanita itu adalah anak dari pamannya, ibu dari anak-anaknya, dan telah dihabiskannya hidup bersamanya hingga kini usianya mencapai 120 tahun. Setelah mengumpulkan para keluarga dan tetangga, ia menyampaikan pada mereka kisahnya, bahwa segera setelah membongkar rahasianya, ia harus mati.

Mendengar hal tersebut, semua yang hadir di sana memohon kepada sang istri, “ Demi Allah, kau harus merelakan saja perihal ini berlalu. Jangan biarkan suamimu dan ayah dari anak-anakmu mati”. Namun sang istri menjawab, “ Aku tidak akan merelakan hal ini, meskipun ia harus mati untuk menebusnya”.

Maka pada akhirnya semua orang berhenti mendesaknya, dan sang saudagar meninggalkan para hadirin, melangkah ke kandang kuda untuk membersihkan dirinnya , setelah itu ia berencana untuk kembali, menceritakan kisahnya, dan kemudian meninggal dengan damai.

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.