home Hikayat/Cerita Rakyat Kisah 1001 Malam: Pendahuluan

Kisah 1001 Malam: Pendahuluan

Sang saudagar memiliki seekor ayam jantan, dengan 50 ayam betinanya, dan ia pun memiliki seekor anjing. Ia mendengar si anjing memanggil ayam jantan, dan mendatanginya. “ Apakah kau senang karena pemilik kita sebentar lagi akan mati?” tanya si anjing. “ Kenapa ia akan mati?” tanya ayam jantan, dan si anjing menceritakan padanya cerita yang sesungguhnya.

Si ayam jantan segera berseru, “ Demi Allah, pemilik kita memiliki akal yang pendek. Aku memiliki 50 istri dan aku bangga dengan itu. Pemilik kita hanya memiliki satu istri, dan ia bahkan tidak bisa mengaturnya. Mengapa ia tidak mengambil sejumlah ranting pohon murbei, masuk ke kamar istrinya, dan memukulnya hingga ia mati atau menyesali perbuatannya? Setelah itu istrinya pasti tidak akan berani menanyakan apa-apa lagi”. Ketika sang saudagar mendengar kata-kata yang diucapkan ayam jantan pada si anjing, ia membulatkan tekadnya untuk memukul sang istri.

“ Sekarang,” kata sang menteri kepada putrinya, “ Mungkin aku harus melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan saudagar itu pada istrinya”. “ Hal apakah yang dilakukannya, wahai ayahanda?” tanya Shahrazad. Sang menteri menjawab, bahwa saudagar itu memasuki kamarnya setelah memotong beberapa ranting pohon murbei, dan menyembunyikan ranting-ranting itu di sana.

Kemudian ia memanggil istrinya ke kamar untuk memberitahu rahasianya kepadanya, dimana tidak ada seorang pun yang akan mendengar, lalu ia akan mati di sana. Setelah sang istri masuk ke dalam kamar, ia mengunci pintu dan memukuli istrinya hingga sang istri hampir kehilangan kesadarannya, dan ia pun berteriak, “ Aku menyesal..Ampuni aku..”, sang istri mencium tangan dan kaki suaminya, memohon ampunan padanya, dan keluar dari kamar bersama suaminya. Dan seluruh hadirin, beserta seluruh keluarga yang ada disana bersuka cita, dan mereka hidup bahagia bersama hingga ajal memisahkan.

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.