home Artikel Tips Bisnis Tips Menjadi Penerjemah Lepas/Freelance Part 1

Tips Menjadi Penerjemah Lepas/Freelance Part 1

Profesi penerjemah baru saja mengalami tiga perubahan penting: globalisasi, profesionalisasi, dan spesialisasi.

Beberapa tahun silam, penerjemah lebih banyak bekerja di lingkungan lokal, dan mengirimkan hasil terjemahannya secara langsung kepada klien.

Dengan adanya kemajuan internet dan email, profesi penerjemah kini mulai mengglobal dan batasan geografis pun menjadi hilang.

Di satu sisi, hal ini berarti penerjemah bisa mencari klien dari seluruh dunia; sementara di sisi lain, itu artinya biro penerjemah memiliki basis data penerjemah yang lebih banyak, sekaligus meningkatkan level persaingan di antara para penerjemah.

Peningkatan level kompetisi ini, ditambah dengan berkembangnya pendidikan di bidang penerjemahan di seluruh dunia, menyulitkan banyak orang yang tidak memiliki pendidikan dan pelatihan yang cukup untuk menggeluti profesi ini.

Pasar penerjemahan telah berkembang menjadi sebuah pasar yang lebih terspesialisasi, akibat meningkatnya pengetahuan orang, terutama karyawan perusahaan, terhadap bahasa asing.

Alhasil, dokumen yang tidak terlalu sulit biasanya diterjemahkan oleh staf di dalam perusahaan sendiri, sedangkan dokumen yang lebih khusus, kompleks, dan teknis baru diberikan kepada agensi atau biro penerjemahan.

Survei yang saya lakukan terhadap situs rekrutmen biro penerjemah menunjukkan bahwa sebagian besar agensi penerjemah mensyaratkan penerjemahnya memiliki pengalaman 2 hingga 5 tahun (ditambah gelar di bidang bahasa dan sejumlah pengetahuan khusus).

Hal ini akan menjadi sebuah lingkaran setan, terutama bagi para penerjemah baru. Bagaimana mereka bisa mendapatkan pengalaman jika biro penerjemah tidak mau memerkerjakan mereka karena tidak memiliki pengalaman.

Meskipun hal ini membuat frustrasi, namun setiap hari banyak orang yang terjun menekuni profesi ini.

Ada saat di mana seorang penerjemah profesional tidak bisa mengerjakan proyek terjemahan karena tengah berlibur atau pekerjaannya harus diselesaikan dalam waktu cepat dan tidak ada orang yang bisa mengerjakannya.

Peluang Anda untuk bekerja sebagai penerjemah profesional cepat atau lambat akan segera tiba.Untuk itu Anda harus siap mengungguli para pesaing Anda.

Berikut adalah tips cara bekerja untuk biro penerjemah:

Sebelum menerima pekerjaan…
Cari informasi mengenai agensi/biro penerjemah tersebut. Ada sejumlah situs yang bisa Anda jadikan sumber informasi, misalnya, Hall of Fame and Shame di http://translatorscafe.com, BlueBoard di http://proz.com, Untrustworthy Translation Agencies di http://translationdirectory.com, dan lain-lain.

Secara umum, sangatlah berisiko menerima pekerjaan dari agensi yang tidak memiliki website, menggunakan alamat email yahoo atau tidak menjawab telepon yang diberikan sebagai nomor kontak. Namun tentu saja tidak semuanya seperti itu.

Sebelum menerima pekerjaan, periksa apakah Anda merasa nyaman dengan tema yang akan diterjemahkan. Jika Anda merasa tidak memiliki kompetensi untuk menerjemahkan, misalnya, buku petunjuk penggunaan truk forklift, jangan ragu-ragu untuk menolak pekerjaan tersebut.

Piagam FIT (FIT Translation Charter) menekankan bahwa seorang penerjemah harus ”memiliki pengetahuan umum yang luas dan memahami tema yang akan diterjemahkan serta tidak mencoba menerjemahkan bidang di luar kompetensinya.”

Sebagai penyedia jasa independen, Anda bertanggung-jawab atas hasil terjemahan, dan pada situasi tertentu, mungkin cukup bijak jika Anda membeli polis asuransi pertanggungan profesional.

Sebelum menerima pekerjaan, kalkulasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya guna memastikan hal itu sesuai dengan waktu penyerahan dokumen. Anda harus tahu kemampuan dan kecepatan penerjemahan Anda.

Kemampuan mengkalkulasi waktu penyelesaian ini merupakan bagian penting dari kompetensi penerjemah Anda.

Cari tahu apakah file dokumennya bisa dibuka dan apakah dokumennya sesuai dengan yang akan diterjemahkan. Kirimkan email balasan untuk mengonfirmasi bahwa Anda telah menerima dokumen tersebut.

Jika pesan atau email pekerjaan tersebut baru menanyakan kesediaan Anda untuk mengerjakan terjemahan tersebut, jangan langsung mengerjakannya. Tunggu sampai klien Anda meminta untuk mulai mengerjakannya.

Bersambung..

Tinggalkan Balasan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.